Manajemen Menurut Mary Parker Follett

Halo, Selamat Datang di indosatsnap.com!

Manajemen merupakan aspek penting dalam menjalankan sebuah organisasi, dan salah satu tokoh yang memberikan kontribusi besar dalam pengembangan konsep manajemen adalah Mary Parker Follett. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi pandangan dan kontribusi Follett dalam bidang manajemen.

Pendahuluan

Mary Parker Follett adalah seorang penulis, pembicara, dan konsultan manajemen yang aktif pada awal abad ke-20. Dia sangat dikenal karena pandangannya yang inovatif dalam mengelola organisasi. Pendekatan manajemennya berfokus pada pemberdayaan individu, kolaborasi, dan penyelesaian konflik.

Follett meyakini bahwa manajemen seharusnya bukan hanya tentang pemberian perintah kepada bawahan, tetapi juga menggabungkan ide-ide dari berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama. Konsep ini menjadi cikal bakal dari apa yang kita sebut manajemen partisipatif saat ini.

Pendekatan kolaboratif Follett melibatkan kesetaraan dan partisipasi aktif dari semua anggota organisasi. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil dan harmonis, di mana semua orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi dan berkembang.

Informasi Manajemen Menurut Mary Parker Follett
Konsep dasar manajemen Kesetaraan dan partisipasi aktif dari semua anggota organisasi
Pendekatan manajemen Kolaboratif dan inklusif
Konflik dalam organisasi Harus dihadapi dan dipecahkan melalui dialog dan negosiasi
Pemimpin ideal Menggunakan kekuatan persuasif daripada otoriter
Efektivitas organisasi Terkait erat dengan keberhasilan mengelola konflik dan menciptakan harmoni

Kelebihan dan Kekurangan Manajemen Menurut Mary Parker Follett

Kelebihan:

  1. Penekanan pada partisipasi aktif dan kesetaraan, memberikan motivasi ekstra bagi karyawan.
  2. Memperhatikan kapasitas dan peningkatan keterampilan individu untuk perkembangan jangka panjang.
  3. Mendorong kerjasama dan kolaborasi tim, yang dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi kerja.
  4. Penanganan konflik melalui dialog dan negosiasi dapat membangun hubungan yang lebih baik dan menghasilkan solusi yang berkelanjutan.
  5. Pemimpin yang menggunakan kekuatan persuasif menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan menyenangkan untuk bekerja.
  6. Menangani konflik secara efektif dapat menciptakan keadilan dan rasa saling menghargai, yang menyebabkan keharmonisan dalam organisasi.
  7. Memberikan landasan bagi pengembangan metode manajemen berkelanjutan dan sosial.

Kekurangan:

  1. Proses pengambilan keputusan yang partisipatif dapat memakan waktu lebih lama dan memperlambat respons organisasi terhadap perubahan cepat.
  2. Tidak semua individu cocok untuk bekerja dalam tim dan berpartisipasi aktif.
  3. Pendekatan inklusif memerlukan manajer yang baik dalam komunikasi dan keterampilan kepemimpinan.
  4. Pemecahan konflik melalui dialog dan negosiasi mungkin tidak selalu menghasilkan kesepakatan yang memuaskan semua pihak.
  5. Pemimpin yang menggunakan persuasi mungkin menghadapi resistensi dan kesulitan dalam mempengaruhi orang lain.
  6. Ketidakefisienan dalam penanganan konflik dapat menyebabkan perusahaan mengalami kerugian finansial dan kehilangan kesempatan bisnis.
  7. Implementasi konsep ini membutuhkan budaya organisasi yang kuat dan komitmen dari semua pihak terlibat.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa saja kontribusi Mary Parker Follett dalam bidang manajemen?
2. Bagaimana pandangan Mary Parker Follett tentang partisipasi aktif dalam manajemen?
3. Mengapa Follett menganggap kolaborasi dan kerjasama sebagai aspek penting dalam manajemen?
4. Bagaimana cara Mary Parker Follett menangani konflik dalam organisasi?
5. Apa yang dimaksud dengan pemimpin yang menggunakan kekuatan persuasif menurut Mary Parker Follett?
6. Apa dampak positif pengelolaan konflik yang efektif menurut Mary Parker Follett?
7. Apa yang dimaksud dengan metode manajemen berkelanjutan dan sosial menurut Mary Parker Follett?
8. Bagaimana partisipasi aktif dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan dalam organisasi?
9. Mengapa tidak semua individu cocok untuk bekerja dalam tim dan berpartisipasi aktif dalam manajemen menurut Follett?
10. Apa tantangan utama dalam implementasi pendekatan manajemen menurut Mary Parker Follett?
11. Apa keuntungan dan kerugian pendekatan manajemen partisipatif menurut pandangan Mary Parker Follett?
12. Bagaimana konsep manajemen menurut Mary Parker Follett melekat dalam budaya organisasi?
13. Bagaimana implikasi konsep manajemen menurut Mary Parker Follett dalam konteks bisnis global saat ini?

Kesimpulan

Dalam era manajemen yang terus berkembang, kontribusi Mary Parker Follett tetap relevan hingga saat ini. Pendekatannya yang inklusif, kolaboratif, dan fokus pada penyelesaian konflik melalui dialog memperkaya teori dan praktik manajemen.

Dalam kehidupan sehari-hari, prinsip-prinsip manajemen menurut Mary Parker Follett dapat diterapkan dalam berbagai konteks, baik dalam bisnis, pemerintah, atau organisasi nirlaba. Dengan bekerja sama dan menggunakan kekuatan persuasif daripada otoriter, pemimpin dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Melalui implementasi konsep manajemen Mary Parker Follett, organisasi dapat menghadapi konflik dengan bijaksana dan merangkul perbedaan pendapat untuk mencapai solusi yang berkelanjutan. Ini membantu dalam menciptakan budaya organisasi yang inklusif dan harmonis.

Ayo terapkan konsep manajemen menurut Mary Parker Follett untuk memajukan organisasi dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik. Hal ini akan meningkatkan efektivitas, produktivitas, dan keharmonisan dalam organisasi Anda.

Kata Penutup

Artikel ini memberikan gambaran tentang pendekatan manajemen menurut Mary Parker Follett. Informasi dan kontribusinya dalam bidang manajemen menjadi landasan yang kuat untuk pengembangan praktik kepemimpinan yang inklusif dan efektif.

Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan untuk memberikan informasi. Pembaca disarankan untuk mengambil keputusan manajemen sesuai dengan kondisi dan konteks organisasi mereka sendiri. Penulis dan situs web ini tidak bertanggung jawab atas konsekuensi apapun yang timbul dari penerapan konsep manajemen Mary Parker Follett.